Aligner Merapikan Gigi, Apakah Lebih Efektif Dibandingkan Behel?

by KLAR
Aligner Merapikan Gigi, Apakah Lebih Efektif Dibandingkan Behel?

Efektivitas Behel dan Aligner Merapikan Gigi

Perkembangan teknologi saat ini mempermudah kita dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk dalam mendapatkan akses atau layanan perawatan kesehatan. Teknologi juga memberi kita lebih banyak pilihan dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah gigi berjejal. Kini telah muncul pilihan alat aligner merapikan gigi sebagai alternatif selain behel. Apakah alat ini lebih efektif dibandingkan behel?

Perbandingan Aligner dan Behel

Sama-sama digunakan sebagai perawatan gigi yang berantakan, aligner dan behel kini dibandingkan satu sama lain. Alat ini muncul sebagai salah satu pilihan alat perawatan gigi yang banyak diminati karena menawarkan beragam kelebihan. Berikut ini akan dibahas satu per satu perbandingan behel serta aligner merapikan gigi yang berantakan.

1. Proses Pemasangan

Mari bandingkan mulai dari proses pemasangannya. Behel selama ini dikenal sebagai salah satu perawatan gigi yang cukup rumit dan menyakitkan. Pemasangan behel memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan prosesnya pun seringkali akan meninggalkan rasa nyeri. Tak heran jika banyak orang yang berpikir ulang untuk mendapatkan perawatan behel karena merasa takut.

Sementara itu aligner tidak membutuhkan proses pemasangan yang rumit seperti behel. Aligner merupakan alat perapi gigi yang dapat dilepas pasang. Proses pemasangan lebih mudah bahkan bisa dilakukan oleh pasien itu sendiri. Tentunya hal ini akan memberikan rasa nyaman bagi pasien. Kehadiran alat ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin merapikan gigi tapi takut dengan rasa sakit dari pemasangan behel.

Namun tetap harus diketahui bahwa pemasangan atau pemakaian aligner tetap harus dikonsultasikan dengan dokter. Pemakaian yang tepat akan membantu proses perbaikan posisi gigi menjadi lebih efektif. Oleh sebab itu, pasien tetap harus mengikuti arahan dokter dalam menggunakan aligner ini.

2. Segi Kenyamanan Pasien

Bicara kenyamanan, tentu hal ini adalah faktor yang sangat penting dipertimbangkan sebelum mendapatkan tindakan perawatan gigi. Behel merupakan alat perapi gigi yang dianggap kurang nyaman karena ada rasa nyeri berlebih yang dirasakan oleh pasien. Apalagi setelah proses pemasangan behel selesai, biasanya pasien akan sulit makan. Belum lagi di tengah-tengah proses perawatan seringkali akan ada posisi kawat yang menusuk gusi.

Mari bandingkan dengan aligner yang terbuat dari bahan transparan yang tipis dan menggunakan teknologi modern. Pemakaian aligner jelas lebih nyaman dibandingkan dengan behel. Alat ini juga lebih tipis dibandingkan behel sehingga tidak akan membuat pasien merasa terganggu.

Pemakaian aligner ini dinilai lebih nyaman karena memungkinkan pasien untuk tetap menggerakkan mulut sesuai kebutuhan. Demi hasil yang efektif, pasien perlu menggunakan aligner ini selama 22 jam per hari. Jadi, pasien masih bisa melepas aligner ketika makan lalu memakainya kembali.

3. Kepercayaan Diri Pasien

Poin berikutnya yang bisa dibandingkan adalah penampilan pasien selama mendapat perawatan. Hal ini akan berpengaruh pada kepercayaan diri pasien selama dirawat kondisi giginya. Bagi pasien yang mengenakan behel, seringkali akan merasa tidak percaya diri apalagi saat harus tersenyum. Behel yang tebal dan menutupi sebagian besar permukaan gigi akan membuat kepercayaan diri berkurang.

Lain halnya dengan pemakaian aligner merapikan gigi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk bebas tersenyum. Alat ini terbuat dari bahan yang tipis dan transparan sehingga membuat penggunanya bisa bebas bicara maupun tersenyum. Kepercayaan diri pun akan tetap terjaga selama menggunakan alat aligner ini dalam proses perawatan.

4. Perbandingan Harga

Sebelum mendapatkan perawatan yang tepat tentu sangatlah penting untuk membandingkan harga terlebih dahulu. Jika dilihat dari segi harga, perawatan dengan behel memang jauh lebih mahal dibandingkan aligner. Harga perawatan menggunakan behel memang sangat bervariasi tergantung pada kasus dan tingkat kesulitan perawatannya. Rata-rata bisa mencapai 8 hingga belasan juta rupiah.

Sementara itu untuk aligner biaya perawatan bisa dikatakan jauh lebih terjangkau. Dengan kenyamanan yang ekstra dan kemudahan pemasangan, alat ini bisa didapatkan dengan harga kurang dari 10 juta. Biaya perawatan dan kontrol pun jika ditotal lebih ringan dibandingkan dengan pemakaian behel.

5. Kontrol Perawatan

Berikutnya mari bandingkan kontrol perawatan yang harus dilakukan. Pasien yang memakai behel harus melakukan kontrol dengan frekuensi yang cukup sering. Biasanya kontrol ke dokter gigi untuk perawatan behel dilakukan sebanyak 1 sampai 2 kali dalam sebulan. Bandingkan dengan pemakaian aligner yang hanya membutuhkan kontrol 1 sampai 2 kali sepanjang waktu perawatan.

6. Durasi Perawatan

Penggunaan behel membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan aligner. Pengguna behel harus mendapatkan perawatan dalam durasi yang cenderung panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sementara itu aligner bisa mendatangkan hasil yang efektif dalam waktu lebih singkat. Sebagian besar pasien bisa merasakan hasil yang memuaskan mulai dari pemakaian selama 3-6 bulan saja. 

Tunggu apa lagi? Segera konsultasikan masalah gigi berjejal Anda pada dokter profesional. Konsultasikan opsi pemakaian aligner dan jika memungkinkan pakailah produk dari  Klarsmile. Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai aligner merapikan gigi ini melalui website klarsmile.com/id

0 comment

You may also like