Fakta Penyebab Gigi Miring atau Bergeser yang Perlu Diketahui

by KLAR
pemeriksaan gigi yang berrgeser atau miring

Memahami Fakta Penyebab Gigi Miring

Kondisi gigi yang tumbuh miring dan bergeser dari posisi normal tentu saja akan mengganggu penampilan. Ternyata kondisi ini dipicu oleh berbagai jenis penyebab. Agar bisa mengatasi permasalahan ini maka dokter perlu mencari tahu fakta penyebab gigi miring. Dengan begitu dapat diambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa fakta penyebab terjadinya gigi miring:

1. Tekanan pada Gigi

Faktor pertama yang memungkinkan terjadinya pergeseran posisi gigi adalah adanya tekanan. Tekanan ini sebenarnya sangat normal terjadi karena memang gigi digunakan untuk gerakan mastikasi atau pengunyahan. Tekanan yang terjadi akibat pertemuan gigi atas dan bawah ini bisa memicu terjadinya pergeseran. Apalagi jika tekanan yang terjadi terlalu besar karena kekuatan mastikasi yang terlalu tinggi.

Di dalam rongga mulut, gigi bisa berada dalam posisi stabil karena ada ligamen atau jaringan ikat yang mendukungnya. Tekanan yang terjadi ketika gigi atas dan bawah bertemu bisa menyebabkan adanya pembengkakan pada ligamen tersebut. Ketika ligamen bengkak maka jaringan ikat yang mendukung gigi tersebut bisa menjadi semakin longgar. 

Seiring dengan berjalannya waktu, jaringan ikat menjadi semakin lemah dan tidak bisa menyokong gigi dengan kuat. Akhirnya, posisi gigi bisa bergeser atau bertumbuh miring. Kondisi ini juga bisa disertai dengan inflamasi dan pembengkakan pada area jaringan ikat.

2. Usia

Fakta penyebab gigi miring berikutnya adalah usia yang ternyata juga ikut berpengaruh dalam pertumbuhan gigi. Pergeseran posisi gigi dari tempatnya bisa terjadi akibat faktor usia yang semakin bertambah. Perlu diketahui bahwa seiring dengan pertambahan usia, kekuatan gigi akan semakin berkurang. Kekerasannya menurun dan lapisan pelindungnya akan terkikis dari waktu ke waktu.

Kondisi ini akan terus berlanjut dan dapat mengubah posisi gigi. Akibatnya, gigi pun jadi miring atau bergeser dari posisi asli. Hal ini sangat umum ditemui pada orang tua apalagi jika asupan kalsiumnya rendah. Kekuatan yang semakin menurun akan mendorong gigi untuk bergeser dan nantinya bisa terlepas dari soketnya. 

3. Kebiasaan Bruxism

Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda dan ternyata kebiasaan ini juga ikut berpengaruh pada kondisi kesehatan setiap individu. Salah satu kebiasaan yang bisa berpengaruh pada posisi pertumbuhan gigi adalah bruxism. Ini merupakan kebiasaan dimana seseorang akan menggemeretakkan gigi saat sedang tidur. 

Kebiasaan ini sebenarnya tidak disadari secara langsung oleh orang yang bersangkutan. Jika tidak dihentikan, maka kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan gigi bahkan membuat posisinya bergeser. Sebaiknya individu yang memiliki kebiasaan ini segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan solusi perlindungan terbaik agar kondisi gigi tidak rusak.

4. Hilangnya Gigi

Faktor berikutnya yang menyebabkan gigi tumbuh miring atau bergeser adalah hilangnya gigi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gigi lepas dari soketnya dan menimbulkan rongga kosong di dalam mulut. Bisa karena dicabut, lepas akibat benturan, atau memang sudah waktunya tanggal. Kekosongan ruang pada rongga mulut ini bisa menyebabkan terjadinya perubahan arah pertumbuhan gigi.

Fakta penyebab gigi miring ini sangat sering dijumpai terutama pada orang-orang yang kondisi kebersihan oralnya buruk. Gigi yang tidak terawat kemudian rusak lalu terpaksa harus dicabut akan menyebabkan perubahan arah pertumbuhan gigi lainnya. Akibatnya, ada yang tumbuh miring dan bergeser sehingga merusak estetika ketika berbicara maupun tersenyum.

5. Genetik

Faktor lainnya yang akan memicu pertumbuhan gigi miring adalah kondisi genetik. Faktor yang satu ini tentu terjadi secara alami begitu saja dan tidak ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Artinya, individu memiliki riwayat genetik yang memungkinkan gigi-giginya tumbuh dalam posisi miring. Hal ini bisa disebabkan oleh ukuran rahang yang kecil dan memang sudah terjadi akibat pengaruh genetik.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada individu yang merawat giginya dengan baik dan benar. Meskipun status kesehatan oral mereka bagus namun jika sudah ada riwayat genetiknya maka akan sulit untuk dicegah. Langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan perawatan dan memperbaiki susunan gigi sesuai dengan kondisi rahang.

6. Pembusukan pada Gigi

Bagi individu yang tidak menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik, kondisi gigi bisa rusak dan mengalami pembusukan. Pembusukan pada gigi ini bisa menyebabkan strukturnya rusak dan kekuatannya berkurang drastis. Parahnya lagi pembusukan ini bisa menyebar ke bagian gigi-gigi yang lain. Akibatnya semakin banyak kerusakan yang terjadi dan posisi gigi bisa miring atau bergeser dari posisi yang seharusnya. Itulah tadi beberapa fakta penyebab gigi miring yang penting untuk diketahui. Jika bisa dicegah maka lakukan pencegahan sedini mungkin. Jaga kebersihan oral dan lakukan kontrol ke dokter gigi secara rutin. Apabila kondisi gigi geligi sudah terlanjur berantakan, Anda bisa menggunakan alat perapi gigi aligner dari Klarsmile. Langsung saja dapatkan informasi lengkap tentang produk aligner ini melalui website klarsmile.com/id.

0 comment

You may also like