Tahukah Kamu Jika Sudah Ada Alternatif Pengganti Behel yang Nyaman Digunakan dan Lebih Efektif Hasilnya?

by KLAR
a man holding clear aligner from klarsmile

Apa Saja Alternatif Pengganti Behel?

Gigi yang terlalu renggang, bertumpuk atau bahkan terlalu maju bisa menurunkan rasa percaya diri. Mulai minder untuk berinteraksi dengan orang. Nah, merapikan gigi dapat menjadi cara pertama yang harus kamu lakukan. Untuk merapikannya, banyak orang yang akan menyarankan untuk mengenakan behel. Namun, jika kamu takut, kamu bisa menggunakan alternatif pengganti behel yang jauh lebih aman, nyaman, dan hasilnya pun lebih efektif. 

Nah, apa sajakah itu? Mari simak ulasannya. 

1. Kontur Gigi 

Kontur gigi merupakan salah satu teknik merapikan gigi yang konservatif. Umumnya, orang-orang mengenal prosedur ini dengan nama stripping, enameloplasty, slenderizing, atau odontoplasty. 

Kelebihan dari teknik kontur gigi adalah kerapian gigi akan nampak lebih indah dan mampu membuat senyum kamu terlihat semakin menawan. Dari sisi kesehatan, kontur gigi lebih aman dan nyaman. Kamu bahkan bisa mengunyah dengan baik tanpa takut jika behel rusak atau sejenisnya. 

Prosedur kontur gigi memanfaatkan sedikit bagian dari enamel yang akan diambil agar membentuk kembali ukuran dan bentuk gigi yang sama atau sejajar sehingga kembali rapi. Kendati demikian, prosesnya tidak akan membuat kamu sakit dan bisa dibilang hasilnya bisa diperoleh secara instan. 

2. Mahkota Gigi

Teknik mahkota gigi adalah metode yang memasangkan gigi palsu di antara gigi-gigi kamu yang mengalami kerusakan. Tujuannya, agar kerusakan tersebut tidak semakin parah dan gigi dapat kembali rata atau rapi lagi. Sehingga keindahan gigi pun akan kembali tampak dan kamu bisa semakin percaya diri. 

Umumnya, material yang dipakai untuk metode mahkota gigi terbuat dari logam, porselen atau keramik, resin, campuran antara logam dan porselen, serta stainless steel. Kamu bisa memilih bahan mana yang ingin digunakan. Namun, biasanya dokter akan menyarankan jenis dan bentuk yang sesuai dengan struktur dan permasalahan gigi yang kamu alami. 

Nah, dengan mahkota gigi, kontur, penampakan, serta bentuk gigi akan kembali rapi seperti semula. 

3. Resin Komposit

Resin komposit atau biasa disebut dengan metode tambal gigi. Biasanya, metode ini cocok untuk kamu yang memiliki masalah gigi berlubang. Agar kamu bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir ada sisa-sisa makanan yang masih terselip atau nyeri, maka resin komposit dapat menjadi alternatif pengganti behel. 

Dengan menggunakan metode resin, kamu bisa memilih warna yang ingin digunakan. Apakah ingin warna yang serupa gigi atau warna lainnya yang menyamarkan sisa-sisa gigi berlubangmu. 

Dalam resin komposit, dokter juga akan mengimplementasikan inlay atau onlay. Teknik ini bertujuan untuk meminimalkan tingkat risiko shrinkage yang diperoleh setelah proses penyinaran agar tambalan lebih padat, kuat, serta dapat menempel dengan gigi-gigi lainnya. 

Sayangnya, dalam resin komposit memiliki risiko shrinkage yang dapat menimbulkan kebocoran mikro sehingga bisa berakibat munculnya karies sekunder pada bagian tepi gigi. Meskipun begitu, resin komposit dapat membantu menghaluskan bagian ujung gigi yang kasar. 

4. Veneer 

Veneer adalah lapisan tipis yang berfungsi serupa dengan cangkang gigi. Umumnya terbuat dari porselen dengan warna-warna senada dengan gigi kamu. Akibatnya, kamu akan lebih nyaman dan gigi pun akan terlihat lebih bersih dari sebelumnya. 

Nah, metode veneer dapat dilakukan dengan memanfaatkan kuku palsu yang ditempelkan pada permukaan gigi. Tujuan dari penggunaan veneer, selain gigi kembali rapat dan rapi, gigi pun akan semakin bersih. Kamu pun bisa tersenyum lebar tanpa harus kehilangan kepercayaan diri lagi. 

5. Retainer 

Alternatif pengganti behel yang tergolong masih baru ialah retainer. Teknik ini memanfaatkan plastik tipis serta bening yang dipakai untuk menutupi area gigi yang mengalami kerusakan. Untuk memilih retainer yang tepat, ada baiknya jika kamu berkonsultasi dulu ke dokter. Pasalnya, ada jenis retainer yang tidak dapat dilepas-pasang. 

Umumnya, kamu baru bisa memasang retainer setelah dokter gigi melakukan penambalan atau perawatan yang menguatkan gigi seperti dental bonding. Kamu pun wajib melakukan perawatan intensif selama 6 bulan setelah pemasangan agar hasilnya semakin maksimal dan tambalan yang dilakukan semakin kuat sehingga tidak mudah lepas. 

Usai melewati masa 6 bulan perawatan pasca pemasangan, dokter akan menyarankan kamu untuk memakainya khusus di malam hari. Sedangkan di siang hari, retainer dapat diletakkan di tempat khusus. Tujuannya, tentu agar retainer tidak mengganggu proses kamu ketika mengunyah makanan. 

6. Aligner 

Aligner adalah metode untuk merapikan gigi yang paling praktis dan mudah lantaran tidak memerlukan kawat atau karet. Kamu pun bisa melepas dan memasangnya secara mandiri. 

Aligner berbentuk serupa pelindung gigi yang dikenakan atlet tinju ketika bermain di ring. Bentuknya begitu tipis dengan warna transparan sehingga tidak terlihat oleh orang jika mengenakan serupa behel di gigi. Bahkan, saking tipisnya, aligner tidak akan membuat rahang kamu membuka lebar ketika mengenakannya. 

Namun, dalam pemakaiannya kamu harus rajin menggantinya tiap 2 – 3 minggu agar hasil yang diperoleh bisa maksimal. Jangan lupa juga untuk disiplin dalam memakai dan selalu berkonsultasi dengan dokter. Nah, itulah alternatif pengganti behel yang bisa kamu ambil. Jika kamu masih bingung, kamu bisa menggunakan KLAR Aligner. Kamu bisa mengunjungi klinik terdekat di kotamu untuk berkonsultasi. Tingkatkan percaya dirimu dengan KLAR Aligner!

0 comment

You may also like